Postingan

Cokoten

Gambar

Endorsed By "A Brand"

Gambar

Enak

Gambar

Kangen Jogja

Tidak terasa sudah hampir 9 bulan saya meninggalkan kota kelahiran saya, Yogyakarta. Kota yang menurut saya paling nyaman untuk ditinggali (mungkin) di Indonesia. Saya lahir dan besar di kota yang menjujung tinggi toleransi dan menghargai kemajemukan. Kedua hal itu sangat membuat saya berpikiran terbuka. Yogyakarta banyak memberi saya kenangan, baik kenangan manis maupun pahit. Semuanya masih terekam di memori saya dengan baik. Hal ini yang membuat saya seringkali kangen untuk kembali lagi ke kota ini. Saya merasa sangat bangga menjadi bagian dari kota yang disebut sebagai daerah istimewa ini. Beberapa waktu yang lalu ketika saya di Jakarta, saya bertemu dengan teman-teman saya. Walaupun tidak di Yogyakarta, pertemuan ini membuat rasa kangen tersebut sedikit terobati. Menceritakan kisah masa lalu, kabar teman-teman yang lain, ngobrol ngalor-ngidul sambil menikmati potongan roti yang ada di hadapan kami membuat kami merasa kami sedang berada di 'homebase' kami, Yogyakarta. Mas...

Implementasi Desain dengan Bahan Flannel

Gambar
Beberapa waktu yang lalu, saya dan salah seorang teman yang juga tetangga rumah saya di Yogyakarta ngobrol via Blackberry Messenger (BBM).   Setelah asyik  ngobrol 'ngalor-ngidul', akhirnya ia menawarkan kepada saya inovasi baru yang ia kembangkan, yaitu desain yang diimplementasikan pada berbagai macam media, antara lain: kaos, bantal dan handuk. Masih banyak lagi yang dapat diimplementasikan menggunakan kain flannel ini. Cukup menarik dan murah untuk sebuah karya tangan (handmade). Harganya berkisar Rp 50.000,00 hingga Rp 150.000,00 bergantung pada media yang digunakan. Yang lebih menarik lagi, kita dapat memesan desain sesuai apa yang kita inginkan (jika memungkinkan). Untuk desain custom ini, kita hanya perlu menambahkan sedikit ongkos saja untuk mendapatkan yang sesuai dengan apa yang diinginkan. Hasilnya cukup memuaskan bagi saya. Beberapa contohnya dapat dilihat di bawah ini: Implementasi Kain Flannel pada Handuk Implementasi Kain  Flannel  pa...

Menonaktifkan Touchpad ASUS A46CM di Slackware 14.0

Kangen ngoprek, saya buka kembali Slackware di laptop saya. Rasanya sudah lama saya tidak membuka Slackware yang ada di laptop saya. Seingat saya, terakhir saya membuka Slackware setelah saya menyelesaikan Tugas Akhir saya. Kira-kira 6 (enam) bulan yang lalu. Sudah cukup lama ya? He he he. Saya sudah lupa cara ngoprek-nya. He he he. Sedikit membaca tutorial dan bertanya ke pakarnya, akhirnya saya nekat untuk mencoba lagi. Maklum, saya kan newbie. Jadi, masih belum tau banyak tentang Linux. Hal yang saya coba adalah me-nonaktifkan touchpad yang terdapat pada laptop saya. Saya menggunakan Asus A46CM. Menurut saya, laptop ini sudah sangat compatible dengan Linux, apalagi Slackware. Touchpad  Asus A46CM berjalan sesuai dengan fungsinya pada Windows dan tidak perlu konfigurasi lagi. Nah, masalahnya saya tidak terbiasa menggunakan touchpad. Saya lebih terbiasa menggunakan mouse. Aktifnya touchpad sangat mengganggu saya sewaktu mengetik. Alhasil, saya mencoba mencari via Google bagai...

(Mengambil) Keputusan

Menjalani kehidupan memang tidak mudah. Banyak jalan yang mengarah ke tujuan yang sama. Perbedannya juga banyak: jarak tempuh, struktur jalan, pemandangan sepanjang jalan, lebar jalan, dan lain-lain. Nah, menurut saya, seringkali perbedaan itulah yang membuat kita bimbang dalam melangkah, menentukan arah dan mengambil jalan yang akan ditempuh. Satu lagi, kita takut salah jalan. Takut salah melangkah. Takut dunia tidak setuju dengan jalan yang kita pilih karena jalan tersebut tidak mainstream . Dan masih banyak lagi alasan-alasan yang lain. Akhirnya, kita tidak berkeputusan, hanya berdiri ditempat yang sama dan tidak berbuat apa-apa. Terkadang, berkeputusan itu tidak perlu mengikuti apa yang orang lain katakan. Tidak perlu peduli dengan "cap" yang diberikan khalayak ketika kita memilih sebuah jalan yang akan kita tempuh. Yang perlu kita lakukan adalah mempersiapkan hati, jiwa, raga dan kemampuan kita untuk menghadapi segala resiko yang muncul dalam perjalanan kita. Nah, kala...

Mempelajari (Penggunaan) Git

Mengerjakan sebuah proyek memang menambah ilmu, terlepas dari apakah proyek tersebut memberikan keuntungan secara finansial atau tidak. (Harapannya, kita dapat memperoleh keuntungan secara finansial ketika kita mengerjakan sebuah proyek. He he he. ) Sekarang ini, saya sedang membuat sebuah sistem informasi sederhana (atau mungkin lebih tepatnya disebut program bantu) untuk membantu pekerjaan kakak saya. Untuk mengerjakannya, saya dibantu oleh seorang teman SMP yang bertemu lagi di bangku kuliah dan sekarang bekerja di sebuah perusahaan asing di Bali. Karena perbedaan letak geografis, saya merasa kewalahan ketika saya selesai melakukan update pada sebuah file atau lebih. Saya harus mengirimkan update-nya menggunakan e-mail. Ribet. Akhirnya teman saya menawarkan solusi menggunakan sebuah software bernama  Git. Saya memang sering mendengar tentang  Git.   tetapi saya belum begitu jelas fungsi dan bagaimana cara bekerjanya. Bermodal nekat (karena ternyata teman saya juga be...

"Waiting to Join" BBM Grup yang Mengganggu

Blackberry Messenger memang terkadang sangat sulit dipahami. Mungkin kasus saya ini adalah bug dari Blackberry. Sebenarnya kasus yang saya dapat ini sudah lama, hanya saya belum sempat menceritakannya. Sewaktu membeli Blackberry baru, saya di-invite ke sebuah grup dimana berisi keluarga saya dengan kakak saya sebagai administrator-nya (pemegang gambar kunci di grup tersebut).   Seiring berjalannya waktu, Blackberry kakak saya rusak dan tidak diperbaiki. Teknisi tempat dimana Blackberry itu diperbaiki mengatakan percuma apabila diperbaiki. Pasti akan rusak kembali dengan kasus yang sama. Akhirnya, kakak saya tidak memperbaiki Blackberry-nya, tetapi membeli yang baru. Oleh karena itu, semua anggota grup tersebut keluar dari grup dan kemudian kakak saya membuat grup lagi yang baru. Sayapun demikian.  Nah, disinilah kasus saya terjadi. Sebelum saya keluar dari grup yang lama, Blackberry saya 'restoring to default setting' karena saya lupa password sepuluh kali. Hedeh. Untungny...

Hidup di Perantauan (Tidak Enak)

Hidup di perantauan itu memang tidak enak. Apalagi diluar Pulau Jawa. Saya sedang merasakannya. Bukan masalah betah atau tidak betah. Banyak hal yang sangat jauh berbeda ketika hidup di sini (di Kalimantan) dan di Jawa. Beberapa perbedaan itu kadang tidak bisa ditolerir. Mungkin apa yang saya rasakan ini sama dengan beberapa orang yang berasal dari pulau lain pindah ke Jawa. Ada beberapa hal mendasar yang sangat berbeda: budaya, kultur kerja, infrakstruktur, kondisi alam penunjang kebutuhan hidup manusia, dan lain-lain. Tetapi, yang saya amati, orang luar Pulau Jawa 'lebih betah' hidup di Jawa. Mungkin karena 'fasilitas' di Jawa lebih lengkap. Saya tidak bermaksud mendeskriditkan pulau satu dengan yang lain, tetapi saya hanya ingin menyatakan apa yang saya rasakan saja. Selain itu, bisa juga diartikan bahwa ternyata pembangunan yang dilakukan pemerintah kita memang belum merata. Semuanya terpusat di Jawa. Sayangnya, mengharapkan pemerintah untuk bergerak lebih cepat d...