Postingan

Menampilkan postingan dengan label Teknologi Informasi

Ide Bisnis #2: Membuat Konten Cara Penggunaan Software Open Source di Youtube

Youtube memang menjadi TV digital bagi hampir semua orang. Yang lebih penting lagi, bagi content creator- nya, Youtube bisa menjadi sumber uang. Beberapa bulan terakhir semenjak WFH, saya menjadi lebih sering lagi nonton Youtube (tentunya after office hour, ya. Hehehe ) dengan konten podcast, Covid-19 atau hal-hal yang berbau spiritual. Dari sini kemudian saya mendapatkan ide menarik untuk dapat dicoba. Kali ini saya ingin berbagi tentang ide bisnis yang kedua: membuat konten cara penggunaan software atau aplikasi open source. Karena saya menggunakan OSPOS dan mencoba beberapa aplikasi open source lain, kendala utama saat menggunakan aplikasi open source adalah tidak adanya cara penggunaan yang jelas dan detail sehingga kita perlu mencari tahu sendiri, mencoba sendiri yang akhirnya membuat kita paham tentang proses yang ada di dalamnya. Bahasa kerennya: trial and error. Kalaupun ada, biasanya tidak detail atau bentuknya forum sehingga cara penggunaan hanya berdasarkan pertanyaan atau ...

OSPOS: Aplikasi Kasir Gratis Berbasis Open Source untuk UMKM

Gambar
Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor usaha yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia dengan kontribusi sekitar 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia (Sumber: Kemenperin RI ). Namun, banyak dari UMKM tersebut masih dikelola secara tradisional dan manual. Banyak dari mereka tidak tahu secara pasti berapa omset, laba, pengeluaran, harga pokok produksi mereka dan masih banyak lagi lainnya. Di sisi lain, yang dikelola secara manual, effort yang mereka keluarkan pasti sangatlah besar untuk melakukan rekap dan pembuatan laporan-laporan. Padahal, hal ini sangat krusial, apalagi jika ingin memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari pemerintah. Omset menjadi pertanyaan mendasar ketika kita sebagai pelaku usaha ingin mengajukan pinjaman melalui program KUR. Saya juga melihat masalah yang sama ketika saya bekerja mendampingi UMKM di bidang ritel/ kelontong. Banyak diantara mereka tidak mengerti secara pasti berapa omset...

Cara Attach File pada File PDF

Gambar
Untuk attach file pada file dengan format PDF ternyata cukup mudah, lho. Hal yang perlu dilakukan hanyalah mempunyai aplikasi Acrobat Reader DC.  Saya coba menggunakan sebuah file PDF yang saya download dari Starbucks.com . Langkah-langkanya adalah sebagai berikut: Buka file tersebut menggunakan Acrobat Reader DC    Setelah itu, klik "Tools". Akan muncul seperti ini:       Klik "Comment", akan muncul seperti ini:      Pilih pada menu yang diberi kotak merah. Akan muncul pilihan "Attach File" dan "Record Audio". Pilih "Attach File". Cursor akan berubah menjadi seperti pin. Klik pada tempat dimana file akan diletakkan. Akan muncul kotak dialog "Add attachment" seperti pada gambar di bawah ini:       Pilih file yang dimaksud, klik "Open", akan muncul kotak dialog berikut:     Klik "OK". Attachment file akan muncul pada kotak berwarna merah dengan ketera...

Menonaktifkan Touchpad ASUS A46CM di Slackware 14.0

Kangen ngoprek, saya buka kembali Slackware di laptop saya. Rasanya sudah lama saya tidak membuka Slackware yang ada di laptop saya. Seingat saya, terakhir saya membuka Slackware setelah saya menyelesaikan Tugas Akhir saya. Kira-kira 6 (enam) bulan yang lalu. Sudah cukup lama ya? He he he. Saya sudah lupa cara ngoprek-nya. He he he. Sedikit membaca tutorial dan bertanya ke pakarnya, akhirnya saya nekat untuk mencoba lagi. Maklum, saya kan newbie. Jadi, masih belum tau banyak tentang Linux. Hal yang saya coba adalah me-nonaktifkan touchpad yang terdapat pada laptop saya. Saya menggunakan Asus A46CM. Menurut saya, laptop ini sudah sangat compatible dengan Linux, apalagi Slackware. Touchpad  Asus A46CM berjalan sesuai dengan fungsinya pada Windows dan tidak perlu konfigurasi lagi. Nah, masalahnya saya tidak terbiasa menggunakan touchpad. Saya lebih terbiasa menggunakan mouse. Aktifnya touchpad sangat mengganggu saya sewaktu mengetik. Alhasil, saya mencoba mencari via Google bagai...

Mempelajari (Penggunaan) Git

Mengerjakan sebuah proyek memang menambah ilmu, terlepas dari apakah proyek tersebut memberikan keuntungan secara finansial atau tidak. (Harapannya, kita dapat memperoleh keuntungan secara finansial ketika kita mengerjakan sebuah proyek. He he he. ) Sekarang ini, saya sedang membuat sebuah sistem informasi sederhana (atau mungkin lebih tepatnya disebut program bantu) untuk membantu pekerjaan kakak saya. Untuk mengerjakannya, saya dibantu oleh seorang teman SMP yang bertemu lagi di bangku kuliah dan sekarang bekerja di sebuah perusahaan asing di Bali. Karena perbedaan letak geografis, saya merasa kewalahan ketika saya selesai melakukan update pada sebuah file atau lebih. Saya harus mengirimkan update-nya menggunakan e-mail. Ribet. Akhirnya teman saya menawarkan solusi menggunakan sebuah software bernama  Git. Saya memang sering mendengar tentang  Git.   tetapi saya belum begitu jelas fungsi dan bagaimana cara bekerjanya. Bermodal nekat (karena ternyata teman saya juga be...

Memori (RAM) Blackberry Curve 3G 9300 Semakin Berkurang

Sudah lebih kurang satu tahun ini saya menggunakan Blackberry Curve 3G 9300 OS 6. Blackberry ini yang paling sesuai dengan kantong saya. He he he. Namun, akhir-akhir ini saya menemui beberapa masalah dengan Blackberry yang saya gunakan ini. Masalah yang utama adalah berkurangnya memori sedikit demi sedikit. Sampai sekarang saya belum mendapatkan solusi bagaimana mengatasinya. Hedeh. Seingat saya, memori Blackberry saya di awal saya beli dulu sekitar 30 MB. Lebih kurang sebesar itu. Lalu kemudian saya mencoba melakukan instalasi aplikasi ini dan itu, akhirnya berkurang sedikit demi sedikit (karena untuk kebutuhan aplikasi). Memorinya sekitar 24 MB. Tidak masalah bagi saya karena tidak terlalu signifikan. Setelah digunakan sekian lama, update aplikasi, phonebook, dan lain-lain, lama-lama memorinya berkurang sangat signifikan, hingga mencapai 8 MB. Kemana yang lainnya? Saya coba mencari di Internet, tetapi belum menemukan permasalahan dan solusinya. Hanya masih meraba-raba saja. Alhasil...

Mencoba Wordpress

Beberapa minggu yang lalu saya mendapat tugas untuk membimbing beberapa siswa yang akan mengikuti lomba blog di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Yogyakarta. Saya akui kalau saya tidak jago nge-blog dan tidak paham kriteria-kriteria lomba blog. Saya hanya senang menulis dan ngeblog. Itu saja. Tetapi, karena tidak ada orang lain yang mau, akhirnya saya terima saja. Setelah saya mencoba menghubungi panitia, saya mendapat informasi bahwa blog yang boleh digunakan untuk lomba tersebut adalah Blogspot dan Wordpress. Akhirnya, saya memutuskan untuk mengarahkan siswa menggunakan Wordpress. Sama-sama buta (saya dan siswa tersebut), kami memulai untuk mencoba menggunakan Wordpress. Memang agak berbeda dengan Blogspot, karena bagi saya Blogspot sangat mudah digunakan dan simple. Di sisi lain, Wordpress sangat tidak familiar bagi saya. Hari ini saya mencoba mendaftar dan menggunakan  Wordpress, meskipun saya tidak tahu apa-apa. He he he. Tidak apalah, yang penting belajar sesuatu...

Kembali Ngoprek Slackware

Setelah sekian lama bercengkerama dengan TA, saya kembali ngoprek Slackware. Sebelumnya saya hampir tidak pernah menggunakannya karena sedang dilanda kegalauan karena mengerjakan TA. Pekerjaan ini sangat menyita waktu saya. He he he. Sekarang di laptop saya, telah ter-install Slackware 14 yang baru rilis beberapa waktu yang lalu. Hasilnya, tidak ada masalah lagi dengan HP WMI yang selama ini menjadi masalah belum dapat dipecahkan oleh Slackware. Akhirnya, dengan kernel yang baru, Slackware mampu mengatasi masalah HP WMI. Laptop saya pun dapat menggunakan interface wireless- nya dengan mudah dan tidak repot. He he he. Di pekerjaan saya yang sekarang, WinBox menjadi kebutuhan yang sangat mendasar karena saya menggunakan MikroTik router untuk memanajemen jaringan di tempat saya bekerja. Ketika bekerja dengan Slackware  Linux, hal ini membuat saya repot. Memang,  MikroTik   router dapat diakses melalui web browser (web-based) maupun Telnet dan SSH. Namun, saya tetap nyam...

Menginstall VLC Player di Slackware 13.37

Kebiasaan meng-install program atau yang lain pada sistem operasi Windows atau Debian dan turunannya, membuat saya agak susah ketika mencoba meng-install pada distro Linux yang lain. Ini yang saya rasakan ketika meng-install VLC Player di Slackware. Setelah membaca tulisan yang ada di sini dan di sini, saya baru paham, ternyata saya harus meng-compile script  (SlackBuild) dari program yang akan saya install, baru kemudian saya dapat meng-install-nya dengan perintah installpkg. Meng-compile script SlackBuild untuk VLC Player sendiri sudah butuh waktu yang lama. Belum meng-install dependency package yang dibutuhkan untuk meng-install VLC Player-nya. Hedeh. Menyesal juga tidak belajar distro lain dari dulu. Update Saya telah berhasil meng-compile dan meng-install VLC Player. Bagi yang ingin menggunakan file hasil compile-an saya, silahkan download di sini. Nama file-nya adalah  vlc-2.0.3-i486-1alien.txz.

Mengajar di Fasnet UGM

Setelah menunggu lebih kurang tiga bulan, akhirnya saya mengajar untuk yang pertama kalinya di Fasnet UGM. Banyak program pelatihan yang ditawarkan, untuk pertama mengajar, saya diminta mengajar tentang  jaringan secara umum, pengkabelan dan sharing file pada sistem operasi Windows (jaringan sederhana). Saya mengajar sebanyak tiga kali pertemuan pada rangkaian kelas program satu tahun untuk menjadi programmer and network administrator dengan materi-materi yang telah ditentukan. Kelasnya asyik dan menarik. He he he. Saya senang mengajar dengan peserta yang sedikit dan sangat antusias seperti kelas saya ajar hari ini. Materinya mengalir seperti diskusi. Semoga kelas-kelas lain juga sama. He he he.

Belajar Menggunakan Slackware

Kemarin sampai dengan hari ini saya berkutat dengan Slackware. Mulai dari melakukan instalasi hingga mencoba mengoprek. Sudah lebih dari 3 kali saya meng-install distro Linux favorit dosen saya ini dan hasilnya gagal. He he he. Saya terus mencoba dan akhirnya berhasil (tulisan ini ditulis sewaktu saya OS Slackware). Permasalahannya ada pada kesalahan dalam meng-install LILO (karena saya menggunakan dual boot, Linux dan Windows) dan KDE yang entah mengapa (saya kurang tahu penyebabnya) crash sehingga tidak mau masuk ke GUI ketika saya ketikkan perintah startx. Hedeh. Berhasil melakukan instalasi, bukan berarti masalah selesai. Masih ada masalah yang lain, yaitu wireless (yang nanti saya akan coba tuliskan di post lain). Sedikit informasi, saya meng-install Slackware di laptop saya, Compaq Presario V3908TU. Laptop ini menggunakan HP WMI. Setelah membaca tutorial di sana sini dan bertanya kepada pakarnya, akhirnya wireless berhasil menyala walaupun setiap kali dihidupkan, saya harus ...

(Susahnya) Menggunakan Slackware

Saya memang pemula di bidang Linux. Saat ini saya sudah berhasil meng-install Slackware 13.37 dan sedang menggunakannya. Ternyata, menggunakan Slackware itu susah. Mungkin karena saya belum terlalu paham Linux pada umumnya dan Slackware khususnya. Saya merasa lebih mudah menggunakan Debian dan turunannya, khususnya Linux Mint dan Ubuntu. Mungkin karena saya sudah terbiasa dengan kedua distro Linux tersebut. Banyak permasalahan yang saya alami ketika menggunakan Slackware. Kalau ada waktu luang, saya akan tuliskan masalah-masalah yang saya alami di blog ini. He he he. Saat ini, saya menggunakan Slackware terbaru, versi 13.37, karena Slackware 14 belum secara resmi rilis.

Diskusi dengan Dosen

Kemarin saya bertemu dosen untuk berdiskusi dan ngobrol tentang salah satu matakuliah yang beliau ampu di semester ini, yaitu Administrasi Jaringan. Seperti namanya, mahasiswa akan mempelajari sedikit hal (karena waktu yang terbatas) tentang Linux dan UNIX yang berhubungan dengan jaringan, dan cara menjadi seorang System Administrator (SysAdmin) yang baik. Beberapa hari yang lalu kami sempat ngobrol lewat DM di Twitter. Beliau meminta saya untuk membantunya menjadi asisten di praktikum matakuliah itu. Terus terang saya tidak begitu menguasai per-Linux-an. He he he. Selama ini, yang saya lakukan hanyalah mencoba mengikuti tutorial yang ada, mengubahnya sedikit, sesuai dengan kasus saya, kemudian mencobanya. Setelah kemarin ngobrol, akhirnya saya memutuskan untuk menyanggupi permintaan beliau dengan catatan saya dibimbing dan diajari. He he he. Karena beliau sangat cinta dengan distro Slackware, dan ada beberapa pemikiran yang mendasarinya, akhirnya (sedikit bocoran) diputuskan bahw...

Menggunakan Input Type Image pada HTML

Dua hari ini saya memperbaiki CMS (Content Management System) website yang saya buat karena CMS ini berjalan baik di browser selain Mozilla Firefox (saya menggunakan Chrome, Safari dan Firefox). Saya kebingungan mengapa ketika saya mencoba login, baik di localhost maupun dari web hosting, tidak ada respon apapun ketika menggunakan Firefox. "Aneh!" pikir saya. Setelah mencoba mengotak-atik, akhirnya ketemu juga permasalahannya. Firefox tidak mengenali input type image ( <input type="image" src="images/button.png" name="send">, misalnya) sebagai button untuk melakukan submit, sehingga ketika saya menggunakan button tersebut sebagai syarat untuk mengambil nilai menggunakan PHP, (maksud saya menggunakan kode seperti ini: " if(isset($_POST['send']) " misalnya) menjadi tidak berfungsi. Jadi, saya tidak menyarankan menggunakan tag seperti itu. Jika ingin menggunakan button sebagai syarat untuk mengambil nilai, saya sarankan...

Bekerja Ditemani Musik

Beberapa hari ini saya lembur mengerjakan website yang tidak kunjung selesai saya bangun. Target saya dalam minggu ini, paling tidak dua hari lagi, adalah menyelesaikan posting produk dan artikel. Hedeh. Pekerjaan ini terasa berat karena dalam membuat sedang membuat backend dari website  tersebut. Bahasa kerennya, CMS (Content Management System). Bagi yang belum tau, membuat backend tidak semudah membuat frontend-nya karena kesalahan yang mungkin dilakukan user - yang dalam hal ini adalah administrator webiste tersebut - lebih banyak. Jadi, selain berpikir skenario benar, seorang web developer atau web programmer harus memikirkan berbagai skenario yang salah. Butuh pengalaman dan pemikiran yang luas. Tetapi hal itu bukan keluhan. Saya tidak mengeluh. Hanya ingin bercerita saja. He he he. Kembali ke topik kita, beberapa hari saya lembur ini, saya ditemani lagu-lagu dari album Coldplay yang baru, Mylo Xyloto. Lagu-lagunya sangat 'enak' didengar. Sampai-sampai, tidak terasa h...

Akhirnya Selesai Juga

Proyek peremajaan jaringan yang kami kerjakan di sebuah perusahaan di Magelang, Jawa Tengah berbuah manis. Setelah kurang lebih selama satu bulan kami harus nglaju dari domisili kami di Yogyakarta menuju Magelang, akhirnya selesai sudah. Kemarin, kami melakukan pengecekan akhir untuk memastikan semuanya berjalan dengan lancar dan memberikan sedikit cara manajemen alat-alat jaringan (untuk melakukan reboot dan perawatannya). Sebagai mahasiswa tingkat akhir, ini memang hal baru bagi kami. Dapat dikatakan ini adalah proyek pertama yang jumlah nominalnya termasuk lumayan. He he he. Banyak hal yang dapat kami pelajari, mulai dari manajemen waktu, tanggung jawab, kerja sama tim, pembagian tugas, hingga kenyataan bahwa tidak semua teori dapat diimplementasikan di lapangan. Hal terakhir itu lah yang sangat menarik bagi kami dan membuat kami selalu merasa tertantang dan penasaran. Ternyata, kenyataan di lapangan memang tidak selalu mulus, terutama apabila kita memasang alat jaringan dengan ...

Awareness Pengguna Speedy yang Rendah

Tadi malam saya bertemu dengan klien di sebuah kafe di daerah Timoho untuk mengerjakan project mereka. Sesampainya di sana, saya lupa belum mengekspor database untuk keperluan project tersebut karena beberapa waktu yang lalu laptop yang biasa saya gunakan saya install ulang dan semua data-nya saya backup di komputer rumah. Akhirnya, kami tidak jadi mengerjakan project dan justru menghabiskan waktu dengan ngobrol. Di tengah-tengah ngobrol, saya mencoba konek internet via hotspot (karena kafe itu menyediakan fasilitas free   hotspot ) namun tidak bisa. Usut punya usut, ternyata DNS server- nya yang bermasalah. Tidak dapat melakukan resolve dari nama domain ke IP publik. Saya coba gunakan external DNS server dengan menggunakan DNS server milik Google (8.8.8.8 dan 8.8.4.4) tetap tidak bisa. Saya mencoba melakukan ping ke sebuah IP publik yang saya ketahui dan hasilanya IP publik tersebut me- reply. Berarti kesimpulan saya bahwa internet- nya dapat berjalan. Kemudian saya i...

Pemasangan Tower

Bangun tidur hari ini rasanya masih lelah (padahal bangun siang. He he he ). Kemarin, kami ke sebuah perusahaan di Magelang, Jawa Tengah untuk memasang tower. Memang bukan kami yang mengerjakannya, tetapi tukang yang memang sudah ahli dalam memasang tower. Tower dipasang di dua titik dalam perusahaan tersebut. Nantinya, tower itu berfungsi untuk menghubungkan bagian depan dan belakang perusahaan karena letaknya yang memang berjauhan (lebih kurang 500m). Karena ini baru pertama kalinya, selain menemani tukang, kami berada di sana karena ingin melihat bagaimana cara memasang tower dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukannya (karena sebelumnya memang kami belum pernah). Pemasangan dimulai sekitar pukul 11.00 WIB dan baru selesai sekitar pukul 04.30 WIB. Ternyata memang membutuhkan waktu yang lama. Sayang, saya tidak sempat mengabadikannya.

Uninstall Netbeans 7.2.1 di Linux Mint 12

Iseng mencoba, saya mencoba melakukan uninstall Netbeans 7.2.1 yang sudah saya install di Linux Mint saya. Ternyata caranya sangat mudah (karena saya tidak meng- install GlassFish Server, maka saya tidak perlu meng- uninstall- nya). Hanya masuk pada direktori tempat Netbeans 7.2.1 ter- install, kemudian menjalankan file uninstall.sh yang terdapat pada direktori itu. Karena Netbeans di Linux Mint saya ter- install pada direktori /usr/local/ dengan nama netbeans-7.1.2, maka saya masuk ke direktori netbeans-7.1.2 dengan perintah # cd /usr/local/netbeans-7.1.2/. Kemudian, saya menjalankan file uninstall.sh dengan perintah ./uninstall.sh. Setelah itu, saya tinggal mengikuti wizard untuk meng- uninstall- nya. Selesai. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat di sini.

Mengoprek Linux Mint (Lagi)

Setelah kesibukan yang membuat saya tidak ngeblog (alasan) telah berakhir, malam ini saya bisa ngoprek Linux Mint lagi. Senang juga, walau seringkali belum dapat banyak memahami tutorial-tutorial yang saya baca. Tetapi, saya sekarang sudah sedikit banyak tahu tentang perintah-perintah yang digunakan pada terminal. Saya memang masih newbie, dan banyak yang harus saya pelajari. Sekarang, saya masih ngoprek dan belajar agar dapat menggunakan wine dan sedang meng- install jDownloader, sebuah aplikasi yang digunakan untuk download manager pada linux. jDownloader adalah aplikasi yang disarankan oleh seorang teman ketika ngobrol tentang download manager pada Linux. Sebenarnya sudah lama, tetapi saya baru sempat meng- install- nya sekarang. Sudah dulu ngeblog- nya. Menunggu update jDownloader dan download wine dulu. He he he.